This is your new blog post. Click here and start typing, or drag in elements from the top bar.
pertemuan_ke_2_ikatan_atomik_dalam_kristal.ppt
File Size: 4515 kb
File Type: ppt
Download File

 
 
tugas_termodinamika_heny.doc
File Size: 89 kb
File Type: doc
Download File

 
 
Picture
Department of Physics - FMIPA IPB
Kampus IPB Dramaga, Gd. Wing S No. 3
Tel./Fax : +62251-8625728

Latar Belakang

Indonesia sangat potensial mengembangkan sumber energi limbah pertanian sebagai energi alternatif untuk menggantikan minyak tanah dan gas yang persediaannya semakin terbatas. Hal ini didukung oleh posisi Indonesia sebagai daerah tropika yang memiliki limbah pertanian yang melimpah.Pemanfaatan energi terbarukan Indonesia diharapkan meningkat sebesar 13 kali dalam 25 tahun mendatang (terhitung sejak 1996-2020), untuk memenuhi kebutuhan energi terbarukan Indonesia yang meningkat sebesar 6 kali dalam 25 periode yang sama.Sumbangsih angin dan biomass (sekam padi termasuk didalamnya) terhadap ketersediaan energi nasional sangat nyata yakni sebesar masing-masing 4,38 MW dan 457,85 MW pada tahun 2020, yang dapat menyumbangkan 8% dari kebutuhan energi nasional. Oleh karena itu pemerintah perlu menyumbangkan energi alternatif secara ilmiah dan profesional. Salah satu alternatif sumber energi terbarukan yang dapat dikembangkan adalah TungkuSekam. 

Kelebihan tungku sekam sebagai pengganti bahan bakar yang asa saat ini dikarenakan :
1.Energi yang dihasilkan tidak kalah panas dengan minyak  tanah atau kayu bakar 
2.Tersedianya sekam padi yang melimpah dan murah sehingga lebih ekonomis 
3.Bernilai ekologi, sisa pembakaran bisa untuk pupuk dan dapat mengurangi limbah padi di kawasan terbuka (penggilingan padi)

Ruang Lingkup Sekam Padi :
Sekam merupakan lapisan keras yang membungkus kariopsis butir gabah, yang terdiri atas dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. Sekam sebagai limbah penggilingan padi jumlahnya mencapai 20-23% dari gabah. Jika produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 54 juta ton, maka jumlah sekam yang dihasilkan di Indonesia sekitar 10,8 juta ton. (BPS, 2005).
Saat ini sekam padi banyak digunakan sebagai bahan baku industri kimia karena mengandung zat kimia furfural, selain itu karena mengandung banyak silika (SiO2), sekam padi digunakan sebagai bahan baku industri bahan bangunan seperti pada pembuatan semen portland, bahan isolasi, husk-board dan campuran pada industri bata merah. 
Selain dijadikan bahan dasar pembuatan tungku sekam, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sekam padi terbukti baik dan layak sebagai bahan bakar pengasapan ikan yang menghasilkan ikan asap dapat bertahan dalam beberapa minggu dengan kadar air 24%-31%. Kemudian, sekam padi dapat juga digunakan untuk PLTD, dengan 6 kg sekam akan setara dengan satu liter solar, sehingga dengan mengoptimalkan potensi sekam di Indonesia, maka dapat dihasilkan 2,1 juta kiloliter solar atau senilai Rp 3,5 triliun per tahunnya.
Tingginya kadar selulosa yang dimiliki sekam, menjadikan bahan ini menjadi salah satu bahan bakar alternatif yang banyak digunakan pada proses pembakaran karena dapat memberikan pembakaran yang merata dan stabil.
Melihat banyaknya manfaat yang dihasilkan dan penggunaan sekam terutama sebagai sumber energi maka sekam dapat dijadikan sumber energi alternatif yang memiliki nilai tambah yang cukup signifikan, baik dari aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan.

Manfaat Tungku Sekam :
Manfaat yang didapatkan dari penggunaan tungku sekam adalah sebagai berikut :
  • Menghasilkan energi panas yang cukup untuk kegiatan memasak (untuk skala RT, warung dan industri kecil). Panas yang dihasilkan tidak kalah panasnya dengan    energi yang dihasilkan minyak tanah atau gas. 
  •  Harga bahan (sekam) yang murah dapat menekan biaya (lebih ekonomis) sehingga sangat membantu bagi keluarga ekonomi lemah. 
  •  Menghasilkan arang atau abu sekam yang dapat digunakan untuk pupuk tanaman, abu gosok dan lain-lain (multiguna) 
  •  Mengurangi dampak lingkungan dari   limbah sekam padi di penggilingan

Keunggulan Tungku Sekam dibanding Sumber Energi Lain :
  1. ENERGI,  Energi yang dihasilkan tungku sekam lebih efisien dan menghasilkan CO2 yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan kayu bakar. Energi yang dihasilkan mencapai 3.300 kkal dengan nyala api lebih biru dibanding dengan penggunaan minyak tanah atau kayu bakar.
  2. HARGA ATAU BIAYA, Biaya yang digunakan lebih ekonomis. Sebagai gambaran bahwa untuk mendidihkan 6 liter air dengan menggunakan tungku sekam, dengan biaya gabah Rp 2.000/20 kg (satu karung), maka biaya yang dibutuhkan hanya Rp 100,- dalam waktu 37 menit. Perbandingan dengan bahan bakar lain dapat dilihat pada tabel 3. 
  3. LIMBAH BUANGAN, Dalam proses pembakaran untuk menghasilkan energi panas, terdapat sisa berupa abu/arang yang memiliki multifungsi, antara lain dapat digunakan untuk pupuk bunga, sebagai abu gosok, pupuk tanaman pertanian dll.
  4. DAPAT DIBUAT BRIKET ARANG, Untuk mengurangi jumlah asap dari hasil pembakaran pada saat memasak, sekam dapat dibuat dalam bentuk briket arang sekam. Namun kelemahannya perlu proses berulang lagi yang memakan waktu dan biaya. 

 

    Fisika Instrumentasi

    Fisika instrumentasi bagian dari fisika murni yg berhubungan dengan termodinamika.

    Archives

    April 2012

    Categories

    All
    Tungku Sekam